July 16th, 2013

STORY PPL II (Part 2)

Selasa, 16 Juli 2013

Hari ini seperti biasa kegiatan dimulai pukul 06.30 hingga 14.30. Tidak banyak yang saya kerjakan hari  ini, tidak seperti kemarin, karena meskipun saya datang tepat waktu namun tiba-tiba saya merasa gak enak badan. Ya, badan drop. Mungkin sedikit shock dengan kegiatan baru saya ini. Alhasil, seharian di  perpustakaan dengan menahan sakit.

Oiya, hari ini sudah boleh memilih mata pelajaran yang akan diajarkan. dan saya memilih MEKTEK kelas X TGB 2. Untuk jadwal ternyata kebagian hari selasa untuk mengajar. Alhamdulillah, saya dapet mata pelajaran yang saya kuasai. :)

Meskipun kurang enak badan, saya tetap bersyukur atas hari ini. Ternyata banyak kawan seperjuangan yang memperhatikan. Makasih kawan. Semoga perjuangan kita sebagai calon guru mendapatkan banyak manfaat. Amin.

STORY OF PPL II (Part 1)

Senin, 15 Juli 2013

Selamat datang calon guru mahasiswa UNESA di SMKN 1 Sidoarjo. Selamat datang siswa baru SMKN 1 Sidoarjo.

Sambutan yang hangat dan sangat menenangkan sekali. Jadi gak seberapa canggung, uda diterima kayak keluarga sendiri. Alhamdulillah, diberikan kemudahan yang amat sangat di SMKN 1 Sidoarjo.

Hari ini pertama kali bertugas sebagai calon guru. Masuk pukul 06.30 dan berakhir pukul 14.30. Disiplin, itu sih menurut saya yg pas buat gambarin SMKN 1 Sidoarjo. Acara berjalan tepat sesuai jadwal. Kagum ama guru-guru yang ada di sana. Upacara pukul 06.30, dan saya terlambat 10 menit. Malu sih, tapi gimana lagi ketiduran. Hehehe. Buat pelajaran kedepannya sih biar disiplin.

Mulai hari ini hingga 2 hari kedepan ada acara MOPD (semacam MOS gitu lah). Dan kami sudah dilibatkan dalam kegiatan, yaitu sebagai pembimbing tiap gugus. Kebetulan saya dapat tugas membimbing gugus II yaitu kelas TGB 2. Menyenangkan sekali, bisa bener-bener langsung berbaur ama warga sekolah yang lain.

Nurda. Salah satu anak didik inklusif (ABK = Anak Berkebutuhan Khusus) yang ada di gugus 2, calon murid yang akan saya didik. Ya, SMKN 1 Sidoarjo tahun ini mendapat kepercayaan untuk mendidik siswa inklusif dan salah satunya adalah Nurda. Dia cukup tampan dan cukup terlihat normal seperti yang lain. Sepertinya sangat menyenangkan mengajar kelas ini. Jadi gak sabar buat ngajar.

Gugus kami pulang lebih lambat, karena tadi masih sibuk membuat yel-yel. Hihi, sangat lucu saat berdiskusi dengan mereka. Kakak seniornya pun sangat ramah dan baik hati untuk berdiskusi. Semoga ini adalah awal yang baik untuk kedepannya. Amin.

Pulangnya, saya dan kawan-kawan seperjuangan mengadakan acara buber di caramel. Sudah lama gak pernah mampir situ, dan ternyata banyak yg berubah khususnya pada harga. Hihi. Pokoknya hari ini memberikan banyak kenangan, pengalaman dan pembelajaran. Foto-fotonya menyusul ya.

NB : Besok saya janji gak telat deh :)

June 23rd, 2013

Nyo :)

Beberapa malam ini susah tidur. Dan ternyata sama seperti kamu yang memang susah tidur. Kamu nemenin aku (tapi banyakan akunya yg nemenin kamu). Kamu dengerin ceritaku, aku malah lebih sering buka telinga lebar-lebar buat dengerin ceritamu dan harus siap jawaban saat kamu tanya balik.

Kadang ngerasa lebih lega saat uda cerita semuanya ke kamu, tapi kadang juga kesel saat kamu terus bicara tanpa henti. Entah itu cerita tentang dia yang kamu cinta, cerita gak jelas yg lucunya maksa, atau kata-kata mutiara bak mario teguh.

Malam ini kamu bilang “Hidup itu seperti diperkosa. Kalo’ gak pasrah ya nikmatin aja. Kalo’ aku milih nikmatin aja nyo. Kalo’ kamu?”

Ngakak banget, kayaknya otakmu emang jorok tapi sering bikin ketawa. Tanpa jawabanku, kamu lanjutin aja ceriwismu. Seneng banget rasanya bisa kayak gini.

Bukan, bukan karena aku suka kamu dan ingin jadi orang spesialmu. Aku seneng kamu jadi sahabatku. Apalagi waktu aku lagi gak karuan, kamu yg selalu ngingetin kalo’ tetep bersyukur dan selalu dekat dengan-Nya.

Makasih nyo.. :)

Rahasia :)

Setelah berbincang sekian detik…

L : “yauda tidur o. Selamat mimpi dan semoga tidur indah”

P : (diam sejenak) ” Lo kok? salah tuh”

L : “emang yg bener apa?”

P : Selamat tidur dan semoga mimpi indah”

L : “Iya. :) “

tut.tut.tut.tut

-perbincangan malam-

January 23rd, 2013

Dari Sabang sampai Merauke, berjajar pulau-pulau

Sambung menyambung menjadi satu, itulah Indonesia

Indonesia tanah airku, aku berjanji padamu

Menjunjung tanah airku, tanah airku “Indonesia”

December 17th, 2012
Allah tidak mengabulkan semua doamu, karena dia memberikan banyak hal lain yang tidak pernah kamu sebut dalam doamu.
Allah Maha Mengetahui yang terbaik, kan :)

(Source: risfaizzati)

kadang saat kita terlalu cepat melaju ada seseorang yang akan melemparkan batu kepada kita sebagai pengingat untuk melihat sekitar
sahabat pengingat
November 13th, 2012

Panggilanku

Hai waktu,

aku memanggilmu dengan salam, apakah masih belum cukup bagimu untuk melihatku?

Kau terus berlalu meninggalkanku, tanpa menengok sekalipun.

Ragaku terbiasa, mungkin memang seperti ini dari dulu.

Tapi ada yang berubah dari jiwaku. Entah, apa terlalu lambatkah aku?

Saat aku mengingat semua kelambatanku, jiwaku berubah seketika. Mataku mulai terbasahi, tenggorokanku seakan tercekat. Namun, aku selalu menahan dan berfikir bahwa memang harus seperti ini.

Kadang, jika terlalu lama, semuanya pecah begitu saja, di luar kendaliku. Padahal aku tahu, aku harusnya mengejarmu. 

Aku memanggilmu tidak berharap kau kan menungguku. Setidaknya beri aku sedikit ruang untuk aku bernafas, untuk aku memulai kembali mengejarmu. 

August 24th, 2012
kenapa apa yg ingin aku lakukan dengan benar sering malah ngebuat mereka (orang2 yg menuntun ke-sempurnaan) merasa kecewa? kenapa setiap aku mencoba bertindak sesuai harapan malah berujung sebuah kesalahan? kenapa ternyata aku memangku beban berat kehormatan?
mas anatin
May 16th, 2012

"DEWASA"

Apa sih dewasa itu?

Gimana sih dewasa itu?

Sering terlintas pertanyaan-pertanyaan itu. Makna dewasa sendiri sepertinya belum benar-benar bisa aku pahami. Masih menerka-nerka apakah yang aku jalani ini sudah bisa disebut dewasa? Atau dewasa itu seperti mereka, kerja pagi hingga malam? Atau karena umur maka bisa dikatakn dewasa?

Abstrak, tak berwujud tapi sering diucapkan sebagai pribadi yang seharusnya bertindak baik. Ya, dewasa dari sudut pandangku memang berfungsi menunjukkan pada kita tentang berkelakuan baik, berperilaku yang sepantasnya.

Aku sudah mencoba untuk melakukan sebaik yang aku bisa. Dan berharap ini adalah prosesku untuk disebut dewasa.